Cara Membuat Analisa Harga Satuan Sendiri Dengan Penelitian by Vriezha Izh Andrian
Featured Posts
Kamis, 20 Maret 2014
Cara menghitung biaya bangun rumah
Ketika kita hendak membangun rumah tinggal, maka adakalanya terlintas
dalam pikiran kira-kira berapa dana yang perlu dipersiapkan untuk
mewujudkan impian tersebut, lalu bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah?
tenang saja, karena kita akan menguraikanya dalam bentuk tutorail
disini semoga dapat menjadi gambaran umum dalam memperkirakan kebutuhan
pelaksanaan pembangunan rumah idaman. Dalam istilah teknik perkiraan
biaya pembuatan rumah ini biasa disebut dengan “Rencana Anggaran Biaya
Bangunan” disingkat RAB.
Biaya bangun rumah sistem m2 bangunan
Langkah ini merupakan yang termudah sekaligus paling cepat dilakukan
sehingga cocok untuk digunakan masyarakat umum yang tidak begitu tahu
tentang ilmu teknik sipil serta arsitektur, beginilah kurang lebih cara
menghitungnya.
- Pertama kali harus kita ketahui terlebih dahulu ukuran rumah yang akan dibangun, dan mau dibuat berapa lantai? hal ini sangat diperlukan untuk mencari luas bangunan dalam satuan meter persegi.
- Misalnya kita akan membangun rumah 2 lantai dengan ukuran 6 m x 10 m. maka total luas bangunan adalah 2 lantai x 6 m x 10 m = 120 m2.
- Selanjutnya kita cari tahu berapa kira-kira standar harga per m2 bangunan pada daerah yang mau kita bangun dan kapan waktu pelaksanaan pembangunan berlangsung. misalnya kita ketahui biaya bangun rumah per m2 = Rp.2.500.000,00.
- Maka total biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah idaman yaitu Rp.2,5 Juta x 120 m2 = Rp.300.000.000,00. terbilang “tiga ratus juta rupiah”.
Sistem analisa harga satuan bangunan
Cara ini lebih rumit dan membutuhkan ketelitian karena harus
menguraikan detail pekerjaan yang ada, mencari harga masing-masing
pekerjaan lalu membuat total keseluruhan dalam bentuk rekapitulasi.
namun cara ini banyak digunakan kontraktor sebagai laporan atau
pengendalian biaya proyek. khusus cara ini mari kita ikuti satu persatu
tutorial yang ada pada website AnalisaHarga.com dimulai dari menentukan
bentuk bangunan, menghitung volume pekerjaan lalu menghitung biaya
bangun rumah. kelebihan cara ini yaitu kita dapat menghitung kebutuhan
bahan dan tenaga, hasil perkiraan biayanya juga lebih mendekati
kebenaran.
sistem volume x harga pekerjaan
Metode ini hampir sama dengan sistem analisa harga satuan bangunan
namun kita lebih mempermudah lagi tanpa harus menghitung koefisien
analisa harga satuan, jadi bisa lebih cepat. caranya yaitu dengan
melihat daftar harga satuan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat atau
daerah setiap bulan. tugas kita hanya mencari daftar quantitas atau
volume pekerjaan lalu mengalikanya dengan harga satuan standar
pemerintah.
Begitulah tiga cara yang dapat digunakan untuk menghitung perkiraan
biaya bangun rumah, selamat merencanakan dan memperkirakan dana yang
dibutuhkan untuk mewujudkan rumah idaman keluarga
Label:
INFORMASI UMUM
Tips memiliki rumah sendiri yang diidamkan
![]() |
| rumah sendiri - rumah idaman |
Suatu hari saya menulis tentang tips memiliki rumah sendiri di
sebuah forum di kantor tempat saya bekerja, beberapa orang cukup
antusias dan memberikan respon positif terhadap tulisan tersebut, oleh
karena itu saya rasa akan sangat bermanfaat jika saya menuliskannya di
blog ini apa saja tips memiliki rumah idaman.
Meskipun tidak saya jabarkan panjang lebar, karena saya hanya akan
mengutipkan tulisan saya tersebut persis seperti aslinya seperti
berikut:
Sedikit menambahkan bagi yang terbesit untuk memiliki rumah, tidak hanya di gowasari tapi dimana aja dan rumah apa aja:
Bagi yang tinggal di jogja, pertimbangkan untuk segera memiliki rumah, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, secara umum property berupa rumah atau tanah itu termasuk salah satu yang mampu mengimbangi inflasi, cmiiw kalo ada yang berbeda pendapat. Nah sejak beberapa tahun terakhir peningkatan nilai property di jogja sudah sangat tinggi, setahun naik berkali-kali.
Rumah dilihat dari kualitas, semua orang menginginkan kualitas rumah yang baik, bagi yang punya kemampuan lebih saya lebih menyarankan untuk membeli tanah kapling trus bangun sendiri (maksudnya nyari tukang kita yang pantau) atau bangun lewat mandor terpercaya atau melalui developer kalo mau lebih praktis. 1 kapling tersendiri lebih mudah urusannya daripada beberapa kapling dengan beberapa orang kerjasama. kalo cara menilai kualitas di google banyak infonya, sebelum beli atau bangun rumah sebaiknya banyak-banyak baca-cara referensi cara menilai rumah dari segi kualitas.
Rumah dilihat dari segi kenyamanan, semua orang berharap rumahnya nyaman, dekat kantor, dekat perkotaan, dekat jalan besar, dekat akses ke layanan kesehatan, dekat dengan tempat perbelanjaan, dekat bandara, dekat sekolah anak-anak, mudah nyari makan, jalannya gak ada tanjak-tanjakan, airnya lancar bening bersih dan sehat, masyarakatnya ramah-ramah, dll bayangkan aja semua kondisi yang nyaman. kalo bisa dapat semua lebih bagus, kalo tidak bisa, tentukan prioritas, mau kerja dekat, atau mau ngantar anak sekolah mudah, atau yg nyari aman, pertimbangkan malam-malam hujan mati listrik kehabisan gas, lupa charge lampu, korek gak ada lilin juga kehabisan, mau keluar nyari warung kiri kanan muka belakang sawah semua :))
Pengalaman dari pengamatan beberapa komplek perumahan baik yang mahal maupun yang sederhana, sebenarnya tidak ada istilah rugi sih, karena memang komplek saat baru dibangun itu sepi, apalagi blm pada dibangun, tapi perhatikan berapa lama pembangunan, komplek yang terencana justru pembangunanya malah cepat, hitungan bulan sudah banyak yang menempati, sudah jadi pembicaraan umum banyak orang yang bilang dulu disini harganya cuman segini, tapi sekarang sudah gak ketulungan, kenapa dulu gak ngambil ya, padahal uangnya dulu ya ada :-d
Oh ya, terkait FLPP untuk tujuan investasi, coba cek lagi persyaratan dari pemerintah, setahuku dulu syaratnya adalah untuk ditempati sendiri minimal 5 tahun, baru boleh dikontrakkan atau dipindahtangakan, kecuali aturan itu diubah lagi (maklum aturan pemerintah tiap tahun bisa berubah-ubah)
Kesimpulan, sebenarnya tidak ada baik dan jelek dalah hal tempat tinggal, semuanya kembali pada prioritas, kebutuhan, kemampuan, dan tujuan. bisa ditambahkan lagi kalo ada yang lain.
Semoga bermanfaat
Label:
INFORMASI UMUM
Cara membangun rumah sendiri agar biayanya murah
Artikel kali ini mengambil tema bagaimana cara membangun rumah
sendiri. Membangun rumah tidak semudah membalikkan telapak tangan, hal
itu karena biaya pembangunan rumah tidaklah sedikit, itulah sebabnya
banyak orang berpikir bagaimana cara membangun rumah sendiri agar
biayanya dapat dipangkas menjadi lebih murah. Bila Anda berniat untuk
membangun rumah, merenovasi rumah, atau membeli rumah yang sudah jadi
atau mungkin memesan rumah yang akan dibangun, ada baiknya Anda sedikit
mengenal tentang bangunan, cara membangun rumah, dan bahan bangunan itu
sendiri agar Anda dapat lebih jeli menilai kualitasnya. Anda juga dapat
menilai harga suatu bangunan rumah apakah mahal atau murah berdasarkan
kualitas bangunannya. Dengan demikian Anda punya kesempatan yang besar
untuk memiliki rumah dengan biaya yang relatif murah dan kualitasnya pun
terjamin.
Pondasi bangunan rumah
Pondasi merupakan bagian dasar dari sebuah bangunan, pondasi menentukan kekuatan tapak rumah terhadap tanah, hal fisik pertama yang harus dibuat sebelum membangun rumah bagian atasnya adalah pondasi, ada berbagai macam pondasi sesuai kebutuhannya, diantaranya yang sering digunakan untuk rumah adalah pondasi tapak atau sering disebut orang awam sebagai pondasi cakar ayam biasa digunakan untuk rumah tingkat, yang kedua adalah pondasi jalur atau memanjang yang biasa digunakan untuk rumah yang terdiri dari satu lantai. Pondai jalur biasanya menggunakan batu kali yang disusun dan disatukan dengan adonan semen pasir dengan kedalaman 40 cm dan menjorok ke atas tanah sekitar 40 cm juga. Batu yang digunakan yang bagus adalah batu kali, dimana bentuknya biasanya agak bulat-bulat dengan warna kehitaman atau gelap. Perlu diketahui sering juga dijumpai pondasi ini menggunakan batu putih atau batu gunung biasa yang kekuatannya lebih rendah, dan di beberapa daerah kadang menggunakan susunan bata sebagai pengganti batu, bahkan ada juga yang menggunakan batako sebagai pondasi. Batu kali adalah yang paling kuat dibanding yang lainnya. Jika Anda ingin menghemat biaya, batu putih menjadi alternatif untuk pondasi, harga lebih murah tapi kekuatan masih lumayan. Beginilah cara membangun rumah agar biaya lebih hemat.![]() | |
| cara membangun rumah - spesifikasi bangunan perumahan (perhatikan dan teliti informasi spesifikasi bangunan rumah jika Anda membeli rumah yang sudah jadi) |
Baja sebagai kerangka utama bangunan rumah
Baja juga merupakan bahan pokok bangunan untuk memperkokoh pondasi, tiang dan rangka bagian atas rumah. Pada bangunan rumah minimal baja digunakan untuk 3 fungsi, yaitu, sloof, kolom, dan ring balok. Ketiga bagian tersebut dibuat dari baja dan beton, dimana baja memiliki sifat lentur dan beton memiliki sifat keras, sehingga jika baja dan beton jika disatukan akan memiliki sifat tahan goncangan dan juga tahan benturan keras. Mari kita pahami satu persatu ketiga bagian tersebut. Sloof, adalah kerangka bangunan yang diletakkan memanjang diatas pondasi atau posisi horizontal diatas pondasi jalur. Fungsinya adalah untuk menahan beban dinding, berbeda dengan pondasi yang fungsi utamanya adalah untuk kekuatan tapak rumah terhadap tanah. Meskipun demikian sloof dan pondasi sebenarnya saling memperkokoh baik terhadap posisi rumah terhadap tanah maupun untuk menahan beban dinding. Pondasi tanpa sloof atau sloof tanpa pondasi adalah kesalahan yang bisa berakibat fatal terhadap kekuatan rumah. Kolom, adalah kerangka bangunan yang diletakkan vertikal di setiap sudut bangunan, atau di bagian dinding yang lebar dengan kolom setidaknya ada di setiap 3 meter. Dengan kata lain kolom adalah baja dan beton yang berfungsi sebagai tiang. Ring Balok, adalah kerangka bangunan yang diletakkan horizontal tetapi posisinya berada diatas , fungsinya adalah penghubung antara setiap ujung kolom bagian atas, fungsi ring balok adalah untuk mengunci setiap ujung kolom bagian atas, ring balok juga berfungsi untuk menahan beban atap, dan untuk bangunan bertingkat fungsi ring balok adalah untuk menahan beban dinding bagian atas dan sebagai kerangka lantai. Ketiga bagian kerangka bangunan ini merupakan hal pokok yang sangat penting dipahami karena sering terjadi bangunan yang dibuat tidak memperhatikan bagian-bagian ini yang seharusnya ada, seperti tidak ada kolom di sebagian sudut bangunan, tidak ada ring balok di bagian tertentu dari bangunan rumah, tidak ada sloof padahal ada dinding yang cukup berat diatasnya (sebagai bandingan, pagar setinggi 1 meter dari bata dan adonan semen pasir tidak harus pakai sloof karena beban dinding lebih kecil, ini biasanya cukup menggunakan pondasi). Bila hal ini tidak diperhatikan maka rumah akan rawan terhadap guncangan seperti gempa bumi. Bila Anda membangun rumah sendiri, Anda dapat menyesuaikan anggaran sesuai kemampuan Anda, minimal Anda tau batas toleransi ukuran baja yang masih aman.
![]() |
| cara memabngun rumah sendiri - gambar diatas menunjukkan sloof kolom dan fondasi bangunan rumah |
Selain keberadaan ketiga bagian tersebut, yang juga tak kalah pentingnya adalah ukuran baja, ukuran baja yang tersedia di pasaran adalah 6 mm (mili meter), 8 mm, 10 mm, 12 mm, dst. 6 mm masih terlalu kecil untuk rumah, minimal menggunakan ukuran 8 mm lebih besar lebih baik. Di pasaran baja dengan bertanda SNI dan ada juga baja abal-abal yang tidak mengikuti standar, baja SNI toleransi ukurannya tidak akan lebih dari 0,4 mm bila Anda menemukan baja tanpa label SNI perhatikan baik-baik seringnya ukurannya jauh lebih kecil, misal ukuran 8 mm tapi bila diukur hanya 7 mm. Agar biaya membangun rumah dapat lebih murah, rumah 1 lantai dapat menggunakan baja ukuran 8 mm, jika Anda tinggal di daerah yang hampir tidak ada gempa, ukuran kurang dari standar yaitu 7 mm masih bisa dipertimbangkan.
Sloof, Kolom, dan Ring Balok dirangkai menjadi persegi panjang terdiri dari 4 batang baja yang diikatkan dengan beberapa baja yang lebih kecil yang disebut cincin, rangkaian baja dan cincin akan membuat baja menjadi lebih kaku dan kokoh tanpa menghilangkan sifat lenturnya. Cincin biasanya diatur jaraknya, antara 20 – 25 cm, ini juga dapat dijadikan ukuran kekuatan, jika jaraknya terlalu jauh akan mengurangi kekuatannya.
![]() | |
| cara membangun rumah sendiri - perhatikan mana yang disebut ring balok pada bangunan rumah |
Kusen, Pintu, dan Jendela
Kusen, Pintu, dan Jendela terbuat dari bahan kayu seperti kayu jati, mahoni, meranti, merbau, dan bengkirai. Di wilayah jawa umumnya dari jati atau mahoni. Pentingnya kusen terbuat dari kayu yang baik, kuat, dan awet karena kusen terpasang mati di bangunan rumah, mengganti bukanlah hal yang mudah dan murah jika sudah rusak. Begitu juga pintu dan jendela, meskipun dapat dengan mudah dilepas dan dipasang, bukan berarti solusi yang baik berganti-ganti karena harganya juga cukup mahal. Masalah lain yang sering muncul adalah kualitas kayu yang digunakan, meskipun terbuat dari kayu yang bagus, tapi bila kayu tidak cukup kering, maka seiring berjalannya waktu, akibat terpapar cahaya matahari dan hujan, pintu bisa melengkung. Sehingga pilihlah pintu dari bahan yang kuat dan awet seperti jati. Untuk melihat kayu apakah sudah benar-benar kering atau tidak ini juga sulit karena pintu sudah dibuat dan dipasang tanpa kita tau proses sebelumnya, setidaknya kita masih bisa melihat apakah pintu yang terpasang di rumah yang sudah jadi masih baik atau sudah ada yang melengkung atau lebih parah lagi sudah dirusak oleh bubuk kayu. Bukan hanya bahan, perhatikan setiap detil dari kusen, pintu, dan jendela, sering terjadi finishing yang asal-asalan sehingga pintu masih kasar (seperti tidak pernah dikatam/dihaluskan permukaannya), aromanya menyengat seperti kayu yang masih basah atau baru ditebang, cat yang tidak merata, retak karena kayu belum kering sempurna saat dibuat pintu, atau sudah dimakan bubuk (biasanya dari kayu biasa), dll. Jangan pernah percaya pada penampilan sekilas, selalu lakukan pengecekan di setiap detilnya. Satu lagi, gagang pintu dan kunci, Anda harus benar-benar mengetes membuka dan mengunci pintu untuk memastikan kuncinya berfungsi dan tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti goyang atau mau lepas. Bila Anda membangun rumah sendiri, dan Anda tau cara memilih bahan-bahan dan menilai kualitasnya, Anda bisa mendapatkan kayu yang kuat dan harga yang miring.
Dinding pada rumah
Membangun rumah pastilah harus ada dinding. Bahan dinding bermacam, mulai dari kayu, batako, bata, tripleks, bahkan yang modern lagi adalah board. Kebanyakan dinding dibuat dari bata yang disusun dan disatukan menggunakan semen dan pasir. Bila Anda membangun rumah atau membeli rumah yang sedang dibangun, Anda bisa melihat langsung bagaimana dinding dibuat, terutama perbandingan campuran semen dan pasir. Idealnya untuk dinding menggunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:7 yaitu 1 semen dan 7 pasir. Terkadang dilakukan penghematan dengan mencampurkan gamping sehingga perbandingan semen, pasir, dan gamping adalah 1:8:1 yaitu 1 semen, 8 pasir, dan 1 gamping. Semakin banyak jumlah pasir atau gamping yang ditambahkan akan semakin mengurangi kekuatan. Anda juga bisa menilai kualitas rumah dengan melihat kerataan sebuah dinding, pengerjaan yang asal jadi, biasanya mengakibatkan dinding tidak rapi dan tidak rata. Bila Anda membali rumah yang sudah jadi, Anda perlu memastikan bahan dindingnya terbuat dari apa, apakah dari batako atau bata, karena batako akan membuat rumah lebih panas daripada bata karena lebih menyerap panas.
Label:
INFO TEKNIS BANGUNAN
Macam Macam Pondasi Bangunan

2. Pondasi Rollag Bata (untuk Penahan lantai)
Rollag bata merupakan pondasi sederhana yang fungsinya bukan menyalurkan beban bangunan, melainkan untuk menyeimbangkan posisi lantai agar tidak terjadi amblas pada ujung lantai. Pondasi ini biasanya digunakan untuk membuat teras rumah, fungsinya hampir sama dengan sloof gantung namun rollag bata tidak sekuat sloof gantung dan tidak semahal sloof gantung.
3. Pondasi Batu Kali (untuk Bangunan Sederhana 1-2 lantai)
Pondasi batu kali merupakan pondasi penahan dinding yang digunakan pada bangunan sederhana. Pondasi ini terdiri dari batu kali dan perekat yang berupa campuran pasir dan semen. Biasanya campuran agregat untuk merekatkan batu kali ini menggunakan perbangingan 1 : 3 karena batu kali akan selalu menerima rembesan air yang berasal dari tanah. Sehingga membutuhkan campuran yang lebih kuat menahan rembesan.
4. Pondasi Batu Bata (untuk Bangunan Sederhana)
Seperti halnya pondasi Batu Kali, pondasi batu bata memiliki fungsi sama. Namun yang membedakan keduanya hanyalah bahan yang digunakan serta kondisi alam di daerah sekitarnya. Dikarenakan batu-bata merupakan bahan yang rentan terhadap air, maka pemasangan harus lebih maksimal artinya bata yang dipasang harus dapat terselimuti dengan baik.
5. Pondasi Tapak atau Ceker Ayam (untuk Bangunan bertingkat 2-3 Lantai)
Pondasi tapak merupakan pondasi yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mendirikan sebuah bangunan. Terutama bangunan bertingkat serta bangunan yang berdiri di atas tanah lembek. Pondasi tapak di temukan oleh Alm Prof Ir Sediyatmo tsb, dan dikembangkan oleh Prof Ir Bambang Suhendro, Dr harry Christady dan Ir Maryadi Darmokumoro, yang dikenal dengan Sistim Cakar Ayam Modifikasi (CAM). Modifikasi yang dilakukan adalah : penggantian pipa beton menjadi pipa baja tipis tebal 1.4 mm, perhitungan dalam 3 Dimensi dan penambahan "koperan" pada tepi slab. Sistim CAM tsb telah di uji skala penuh oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan di ruas jalan Pantura Indramyu-Pemanukan (2007) dan digunakan di Jalan Tol seksi 4 Makasar (200emofugue/nerd.png.
6. Pondasi Sumuran (untuk Bangunan Bertingkat)
Pondasi sumuran memiliki fungsi sama dengan pondasi footplat. Pondasi sumuran merupakan pondasi yang berupa campuran agregat kasar yang dimasukan kedalam lubang yang berbentuk seperti sumur dengan besi-besi di dalamnya. Pondasi ini biasanya digunakan pada tanah yang labil dan memiliki sigma 1,50 kg/cm2. Pondasi sumuran juga dapat digunakan untuk bangunan beralantai banyak seperti medium rise yang terdiri dari 3-4 lantai dengan syarat keadaan tanah relatif keras.
7. Pondasi Bored Pile atau Strauss pile (untuk Bangunan Bertingkat)
Pondasi Bored pile digunakan untuk banguna berlantai banyak seperti rumah susun yang memiliki lantai 4-8 lantai. Pondasi Bored Pile atau Strauss Pile, sesuai namanya, dibuat dengan jalan melakukan pengeboran terlebih dahulu sampai mencapai kedalaman tanah keras sesuai dengan yang diperlukan.
Setelah tanah tersebut di-bor, maka tulangan yang sudah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang tersebut kemudian di cor dengan menggunakan beton.
Jenis pondasi Bored Pile adalah pondasi dalam dengan tipe POINT BEARING / END BEARING
8. Pondasi Tiang Pancang atau Paku Bumi (untuk bangunan bertingkat)
Pondasi tiang pancang ini merupakan pondasi yang banyak digunakan untuk pembangunan gedung berlantai banyak seperti Apartment, Kondominium, Rent Office dan sebagainya. Pondasi ini hampir sama dengan pondasi bored pile. Namun pondasi tiang pancang memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan pondasi bored pil.
Label:
INFO TEKNIS BANGUNAN
PERATURAN DAERAH DIY TENTANG KONTRUKSI
Label:
INFORMASI UMUM
Langganan:
Postingan (Atom)














